kasih tak sampai

Kasih tak Sampai

Sore itu langit begitu cerah,secerah harapan seorang bpk yang menunggu kelahiran seorang bayi. “Jam berapa nek tanya bpk itu? “ Setengah lima jawab si nenek sambil sesekali terbatuk batuk. Waktu terus berputar semakin gelisah si bapak tersebut.

Dan tiba waktunya dia melihat kebilik yang di tempati persalinan, ada istrinya ang terbaring lemah,sambil sesekali  menhela nafas berat. Ibu bidan sapto, dan mbah dukun muntik yang membantu persalinan. “ Kok dereng lahir buk kinging nopo “ tanya bapak kepada sang ibu bidan.

       Dereng mas jawab bu bidan. Bu bidan minta terus menarik nafas lalu di keluarkan “ Ayo mbak sedikit lagi, udah mau keluar kepalaya.

 Seraya bpak itu maju dan duduk di atas kepala sang istri sambil mebisikakan kata” nek gak iso normal digawa no rumah sakit,” dengan segenap tenaga sang istri memegang kepala sang bpk taddi lalu menarik nafas panjang dan di hrembuskan dengan sekuat tenaga.

Tangan mereka memegang leher suamainya lalu dicengkeraam denga keras menahan sakit tuk melahir baby. “ O e k oek oek” Kata sibanyi menangis oelek ngono angel temen lair,ternya kenapa si baby itu sulit keluar ternyata orang jawa bilang kalo anak itu kalong usus artinya dia lahir dengan ari ari yang di kalongkan ke badanya sehingga agak sulit untuk persalinan.

“Mbah dukun wedok pa lanang mbah” tanya sang suami kepada mbah dukun. :Mijil putri mas, alhamdullilah ucap bpk tadi.

 Setelah persaninan sang bayi saatnya talipusat dan tembuninya di kebumikan kudu di jenakne, orang jawa harus di beri nama sebelu mereka di mandikan.

Piye mas jenenge sinten “ kata mbah dukun” Si bapak bingung mau ngasih nama siapa kepada bayi yang  baru dilahirkan. “Ingih mbah sekedap, berawal dari anak lahir perempuan kalo bhs jawa putri, lahir bulan November, akirnya si bpk tersebut memberi nama bayi yang baru lahir itu Novi Iryanti Widya Pangestika Yang berarti anak perempuan lahir bulan November tgl 11bulan 11 th 1997 ketika itu rejeki orangtua itu semakin besar.

       Waktu terus berlalu hingga anak tersebut menjadi anak yang ceria , dengan kasih sayang kedua orang tuanya.

Sudah ditentukan nasib seseorang ketika dia lahir jenis kelaminya bagaimna rejekinya bagamana azalnya dan kapan dia menikah dan seterusnya itu rahasia illahi robbi.

 Manusia hanya sekedar menjalani kodrat yang mereka tuliskan di laufil mahfud kata pak ustad.

       Ketika anak  perempuan itu menginajak usia  tujuh bulan , sang ayah mendapatkan tugas ke luar pulau karena ayahnya mendaptkan tugas baru sbagai  pns di dinas pendidkan, karenany a mereka harus mengikuti aturan yang mmerka jalani.

 Sebagai seorang ayah berat rasanya meninggalkan ibu dan anakny ayang baru berusia beberapa bulan .

Akan tetapi demi asa yang lebih baik untuk kehidupan mereka mendatang jadi sang  ayah harus brpisah dengan anak danistrinya untuk bebrpa waktu.

       Bulan berganti bulan hari berganti hari tiba saatnya sang ayah pulang dari pekerjaanya di luar daerah, senangnya  hatinya si kecil sekarang sudah berlari, kurang lebih usia mereka satu tahun lebih sudah pandai berjalan.

Dan kadang ngomongya sepotong sepotong

. Masih terngiang di  telinga kalo di bilang dengan intonasi yang pendel orang jawa bilang assamaliakum entulu, dia bilang mengucap salam kepada bapak ibu guru.

       Kadang hati ini  bercampur aduk disisi  yang  lain aku harus memenuhi kwajiban ku selaku seorang ayang dan punya tanggung jawab moral membesarkan anak anak disis lain aku harus mengapdikan diri untuk bangsa da  negara untuk mendidk di suatu daerah.

          Waktu begitu cepat berlalu,oarang sekitar biasa memanggil cemplok, karena badanya yang mungil dan anaknya periang. Cemplok tumbuh besar sekarang sudah duduk di tk A, pagi itu kakeknya atau eyang kalo orang jawa memanggilnya. Kung aku sekolah dianter sopo, ucap si kecil cemplok. Embah kakung nduk yang antar sela ibunya sembari membenarkan kuncir rambutnya yang belum selesai. Ibunya bilang”ojo rewel lho pok nek nok sekolahan.” Cemplok hanya mesem sambil meringis kelihatan gigi kecil kecilnya yang berbaris seperti biji ketimun.

Pagi itu hari yang sibuk bagi si kecil karena hari pertama masuk sekolah, “Nduk lihat tu banyak anak yg kecil seperti kamu, sela Eyang kakungnya sambil menuntun si

cemplok. Cemplok acuh sambil memperhatikan satu diantara temanya yang nampaknya memperhatiknanya diam diam.

       Berlalu waktu takterasa kini dia sudah masuk di Sd kelas 1 dan cemplok bisa melewatinya dengan baik. Guru muda berdedikasi yang tinggi semangat mengajarnya menggelora, cemplok di beri pelajaran yang nampaknya ada kesulitan yakni masalah berhitung. Tiap malam kalau ada tugas dari ibu guru tersebut cemplok selalu minta bantuan ke ibunya. Sering nangis kadng karena kesulitan.” Bu aku lho gak iso matematika Gurune galak, Kata cemplok kepada ibunya. Trus piye lho pok, nek ngajar “ Aku gak faham anguel tenan buk”. Temanya ayu yang selalu bersmanya dia selalu membantu untuk mengerjakan tugas kalau cemplok mengalami kesulitan.

       Tiba cemplok naik kekelas yang lebih tinggi. Dia kelas tiga sekarang disini mulai bakat cemplok di temukan oleh seorang guru senior di sd itu, bapak tersebut membimbing cemplok tuk memngerjakan semua pelajaran matematika. Pak gimana ya aku belum faham tentang mengali dan membagi,itu keluh si cemplok kepada gurunya. Cemplok anak yang rajin telaten sehingga apa yang disampaikan  oleh gurunya cepat dia terserap dan bisa menerima ilmu dari bapak guru yang sabar. Pengalaman mengajar yang sudah puluhan tahun itulah yang  membuat cemplok bisa sukses.

       Di awal perjalan dalam sekolah di sdnya cemplok selalu dapat rangking, o ya cemplok punya kealihan yakni melukis waktu di Tk A di menjadi juara satu mewarnai dan menggambar tingkat kecamatan, dia juga suka menyanyi.

       Bakatini terus diasah sama cemplok sampai akirnya dia bisa di terima di salah satu smp di kecamatan tetangganya.Dia selalu dapat tempat di hati teman temanya.

Mudah bergaul supel anaknya ringan tangan sehingga dia selalu di kerumuni oleh anak anak pintar yang saling memmberi dukungan untuk prestasinya.. namun dalm perjalananya dia pasti punya teman yang menjadi pesaing didalam menempuh pembelajaran.Cemplok punya teman dianggap dekat karena teman karibnya sebut saja Tita, Tita di mata cemplok adalah anak yang baik. Tapi ternyata dia pinter utnuk memanfaatkan kemampuan ceplok untuk kepentinganya sendiri.

Kalo ada ytugas kelompok justru cemplok justru cemloklah yang harus jadi korban bahkan pernah suatu ketika ujian praktek prakarya, gurunya seorang ibu memberi nilai

tertinggi pada cemplok namun si Tata gak terima kok cemplok yang dapat niali tertinggi. Waktu bergeser seperti buih dilaut yang bergerak tanpa henti ke bibir pantai.

       Hari itu cemplok sempat menangis mengadu ke ibunya “ Buk tita lo aku di katakan curang  Iyo cemplok anak kesayangane bu titin katanya makanya aku dikasih nilai bagus, gak yo buk “ kata cemplok suatu halam.

       Pagiitu dia sudah siap, biasa aku yang selalu  menemaninya sebelum berangkat kesekolah. Ibunya sudah menyiapkan srapan, “ayo makan pagi dulu nanti ndak sakit perutnya karena pelajaran penjas lho pok”. Dia makan dengan lahap sarapnayya biasanya ibunya membuatkan nasi pecel dan dadar telur tuk sarapan pagi.

       Di smp cemplok dapt pretasi yang bagus, lalu dia biasa a memasuki sekolah menengah atas dengan nilai yang bagus. Selalu dapat tempat dihati para guru dan temanya dia anak yang rajin ceria dan semngat untuk maju.

       Di hari ketikaa cemplok menginjak dewasa banyak hal yang  dia pelajari dari teman yang baik dan temanya yang kurang baik, setelah kelulusanya dia pingin melajutkan kesekolah perawat, ibunya gak setuju “ ojo to pok enak jadi Guru ae, kata ibunya seraya menoleh ke cemplok yang sedang duduk di dekatnya.

       Sore itu selepas mereka bercengkrama bersama ibu dan saudari perempuanya,dia bercerita banyak kepada ibunya tentang hal hal yang selama ini dia tidak pernah ungkapkan.

Sampai suatu ketika cemplok menerima takdir dari Illahi robi menemui Robnya karena kecelakaan di suatu hari inilah kisah yang tak sampai.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

selamat tinggal si manis

raspunzel